JAMBERITA.COM - Anggota DPR RI dapil Jambi, Elviana menanggapi postingan facebooknya soal pendamping desa yang dianggap menyinggung pegiat di desa tersebut.
Elviana mengatakan jika postingan itu dibuat berdasarkan informasi dari kades di Merangin.
"Melalui postingan ini saya jadi tahu bahwa wajar kades Merangin merasakan lemahnya peran Pendamping Desa ini dalam membantu mereka memenej dana desa karena mereka jarang berada di desa tersebut dan tidak punya cukup waktu untuk membimbing/mendampingi para kades karena kerjaan mereka banyak," katanya.
Politisi yang sudah tiga periode ini di senayan malah berpikiran perlu dilatih atau diangkat satu pendamping khusus per desa yang mendampingi khusus dalam pengelolaan dana desa ini. "Karena uang 60 T itu tidak sedikit dan ngefek betul ke kesejahteraan rakyat Jambi," kata Elvi.
Bagi pendamping yang meradang di Fb saya tersebut barangkali mereka memang belum maksimal dalam mendampingi bapak bapak kades," ucapnya.
Ia mengatakan, gaji pendamping desa lebih besar dari Kades sementara tugas kades lebih besar.
Sebelumnya, sejumlah pendamping desa bereaksi terhadap postingan Elviana di Facebook. Bunyinya, “Mayoritas kades di Kabupaten Merangin mengatakan bahwa "Petugas pedamping desa*tidak ada manfaatnya. Sementara gaji mereka lebih besar daripada gaji kades yang tanggung jawab akuntable dana desa ini ada dipundak mereka. Bagaimana ya di Kabupaten lain...," tulis Elviana sembari memberikan tagar #Menjaring_Aspirasi.
"Kita akan melaporkan Elviana ke Polda Jambi karena kita duga melanggar UU ITE," ujar Andi Putra, Tenaga Ahli Peningkatan Kapasitas dan Kaderisasi Provinsi Jambi, saat dihubungi melalui telepon selulernya Rabu (25/4/2018) malam. "Rencananya, besok pagi laporannya kita masukan ke Polda Jambi," sambung Andi.
Menanggapi rencana laporan ini, Elviana menjawab jamberita.com lewat pesan Whats Appnya. "Saya ragu, apakah pendamping dana desa ini pernah membaca isi UU ITE. pasal mano yang nak dikenakan ke sayo," pungkasnya.(sm)
Tim Ketahanan Pangan Provinsi Datangi Lahan Sayur di Pal Merah Kota Jambi
Buka Bimtek PPC, Amir: Pengawasan Pangan Segar Perlu SDM Berkompeten
SAH Ingin Kecintaan Terhadap Buku Bisa Mengembangkan Perpustakaan
Soal Harga Karet dan Kelapa Sawit, Pansus II : Catatan Penting Bagi Kepala Daerah untuk Penuhi Janji
Pansus LKPJ Terima Laporan Dinkes Kabupaten Curhat hanya Jadi Objek Pelatihan
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

